Cerita Seks

Cerita Seks, Cerita Bokep, Cerita Porno, Cerita Ngentot

Live Casino Bandarq Dominoqq Domino99 Agen Bola Bandarkiu

Cerita Bokep Hot Threesome Dua Perawan

Cerita Bokep Hot Threesome Dua Perawan

Cerita Bokep Hot Threesome Dua Perawan

Cerita Bokep Hot Threesome Dua Perawan

Cerita Bokep Hot Threesome Dua Perawan Threesome Dua Perawan Bermula dari perjalananku keluar kota saya bersua dgn 2 gadis hot yg menemaniku sepanjang perjalanan sampai saya tidak merasa jenuh. Malam itu saya menentukan utk pergi kejawa. Saya berangkat dari Jakarta dgn naik bis antar propinsi, dari terminal saya berangkat petang hari sekitar jam 5 sorean. Ketika saya mencari daerah dudukku saya memandang 2 gadis yg betul-betul duhai sekali. Umurnya sekitar 24 tahunan dan juga mempunyai body yg betul-betul istimewa menurutku.

Sambil terus berpurapura mencari daerah dudukku saya terus melirik 2 gadis indah itu, sampai akhinrya saya menemukan daerah dudukku yg berada di sebelahnya persis. Saya malahan tersenyum dikala memandangnya duduk disampingku, dan dikala saya tersenyum 2 gadis itu malahan membalas senyumanku dgn manis. Sampai saya terus berpikiran utk mengajaknya berkenalan. Tetapi baru saja saya ingin mengajaknya berkenalan bahkan salah seorang gadis itu telah menanyaiku lebih dahulu.

Berharap pergi kemana mas. tanyanya.
Eh ingin ke Bojonegoro, mbak ingin kemana, tanyaku.
Sy ingin ke Rembang, nih mulangin si kecil nakal ini ke orang tuanya, katanya .
Rumah orang tuanya di Rembang ya, tanyaku lebih lanjut.
Bukan masih amat jauh di desa
Saya tdk tahu dimana Randublatung tp seingatku dikala memandang peta, desa itu lokasinya jauh dari Rembang. Akibatnya kami akrab ngobrol dan ia mengaku bernama Tiwi dan di Jakarta berprofesi sebagai SPG. Dari gayanya sepertinya Tiwi agak mudah di goyang.

BACA JUGA > Cerita Bokep Pengantin Bersama Menantu Seksi

Suasana makin redup dan alhasil bis stop di kawasan Sukamandi Jawa barat, kami memperoleh makan malam tidak dipungut bayaran. Dikala saya tinjau, menunya cuma sepotong bandeng, saos pedas dan lalapan. Mereka berdua saya tawari traktir makan yg lebih nikmat di komponen lain resto. Awalnya Tiwi agak canggung, melainkan Nina, gadis kecil itu segera sepakat. Karenanya kami makan dgn hidangan yg lebih bagus.

Sesudah makan kami kembali duduk di bis, dan obrolan kami makin akrab. Seperti lazimnya, bis ini sesampai di Rembang masih gelap mungkin sekitar jam 3 pagi. Berdasarkan Tiwi mereka ingin menunggu di kios daerah pemberhentian bis hingga hari agak jelas. Sesudah itu baru melanjutkan perjalanan ke Desa.

Trenyuh juga mendengar kisah mereka, sehingga saya menawarkan utk menginap saja di hotel, hingga hari mulai jelas, sesudah itu baru jalan ke kampung.

Sy gak punya duit mas, lha wong ini aja uangnya ngepas banget, kata Tiwi. Saya lalu menawarkan biar saya saja yg bayar, dan saya juga akan turut turun di Rembang.

Semenjak naik dari rumah makan tadi, Tiwi makin akrab saja, ia memeluk tanganku. Katanya ia merasa dingin. Saya menikmati tekanan dari susunya ke komponen lenganku. Perlakuan ini membikin voltase di tubuhku meningkat. Saya langsung berdaya upaya, buat apa turun di Rembang jika memang tujuannya utk menginap. Saya menawarkan utk menginap saja di Semarang. Tanpa pertanyaan sedikit malahan Tiwi segera menyetujui. Ia makin erat memelukku, seperti kami telah lama berkenalan.

Sementara rangsang makin tinggi, saya belum menemukan jalan, bagaimana sistem mengeksekusi Tiwi, jika ada keponakannya. Tdk ada spot jelas, sementara bis telah mulai menjelang Kendal, yg berarti tdk lama lagi akan hingga Semarang. Setibanya di Semarang kami turun dari bis dan segera bermigrasi ke taksi. Saya memilih hotel Ciputra di Simpang lima Semarang.

Tiwi dan Nina seperti terheranheran memandang hotel pilihanku.

Oom baik banget hotelnya, kan mahal nginep di sini, kata Nina.

Saya memperoleh kamar double bed.

Mas sayang banget jika hanya nginep sejenak di sini, kamarnya nikmat banget, kata Tiwi sambil memandang sekeliling.

Nina mencoba daerah tidur yg memang empuk ia duduk sambil menggenjotgenjot kasur. Sesudah mengemas barang, yg cuma sebuah tas, saya pamit ingin menyegarkan badan. Sambil menggosok gigi saya mengisi bak dgn air hangat. Rasanya enak sekali berendam berlamalama dlm bak mandi. K0ntolku dari tadi telah menegang, jadi kian keras dikala terendam air hangat.

Saya dikagetkan oleh pintu kamar mandi yg tibatiba terbuka. Tiwi sambil cengarcengir mengatakan tdk bendung, kebelet pipis. Sesudah memelorotkan cd nya ia segera duduk di closet. Terdengar desiran air kencingnya cukup lama juga. Saya tdk dapat berlindung, sebab sedang tengadah dan full telanjang. Tiwi mencoba menikmati hangatnya air.

Sedap ya mas, tanyanya.
Seger banget, kataku.
Saya ikutan ah berendam, badan ku yo terasa lengket, sebab tadi ingin berangkat gak sempet mandi.

Sesudah membersihkan alat kelaminnya dgn semprotan air. Tanpa ragu Tiwi mulai membuka pakaiannya satu persatu. Saya memandang, bodynya cukup menggiurkan, Susunya tegak menantang dgn pentil yg masih kecil. Itu membuktikan ia belum pernah hamil. Yg luar awam bulu di bawah sana hitam lebat. Warnanya kontras sekali dgn kulitnya yg putih. Tiwi tanpa ragu segera melangkah masuk ke dlm bath tub. Tiwi mengambil posisi membelakangiku. Tanpa komando tanganku segera mencengkram kedua bongkahan susunya. K0ntolku makin mengeras dan menghempas komponen belakang Tiwi.

Merasa k0ntolku menrjang badannya Tiwi berbalik posisi dan segera meraih k0ntolku. Digenggamgenggamnya. mantab di luar dia membuat aku makin menyorong tubuhku sehingga posisiku jadi tengadah terendam air hangat.

Tiwi menyelam dan mulutnya segera melahap k0ntolku. Saya tdk mengira ia secepat ini mengerjakan itu, Sehingga saya agak berjingkat dikala bibirnya meraba kepala k0ntolku. Ia tdk dapat berlamalama sebab sesak napas di dlm air. Tanpa kuminta, Tiwi menduduki k0ntolku dan k0ntolku dikuasainya lalu dinasihatinya menjelang lubang meqinya.

Memasukkan k0ntol ke meqi di dlm air, terasa agak susah, sebab lubang meqi Tiwi terasa kesat. Tetapi Tiwi tdk putus hasrat, ia mencoba terus hingga alhasil terbenam juga segala batangku di dlm meqinya. Sedap sekali rasanya, meqi Tiwi terasa sempit sekali. Mungkin sebab dampak berendam di dlm air, atau memang aslinya sempit seperti ini. Saya tdk ambil pusing, sebab pikiranku terkonsentrasi merasakan genjotan Tiwi. Ngentot ABG HOT

Pintu kamar mandi terbuka tibatiba. Timbul si kecil Nina. Ia kaget dan mengerjakan gerakan menutup mulutnya dgn tangan. Posisi kami tdk dapat disembunyikan lagi, sebab Tiwi yg bugil sedang berada diatas tubuhku yg juga bugil.

Nina kebelet pipis nih, dari tadi ditunggui lama banget. Kata Nina.

Ia seperti juga Tiwi tadi segera memelorotkan celana dan duduk di closet. Desiran air kencingnya terdengar nyaring. Sementara ia duduk di closet, Tiwi seperti tdk perduli ia terus menggenjotku hingga aitnya tertumpah dari bak.

Nina duduk termangu menonton kami terkait, sedangkan kencingnya telah selesai dari tadi.
Kondisi telah tanggung, Nini kugamit utk bergabung berendam di bak. Ia kuminta membuka pakaiannya.

Tdk terlalu repot, Nina meniru anjuranku. Ia melolosi satu persatu pakaiannya. Sesudah pakaian luarnya yg terdiri dari celana jins dan kaus putih di lepas, tinggallah celana dlm pink bergambar tokoh animasi dan miniset. Ia melepas minisetnya terpenting dulu. Teteknya segera menyembul gempal dgn pentil yg masih kecil sekali. Ukuran tetek Nini harus telah membutuhkan BH, sebab minisetnya telah menonjol sempit.

Sesudah menggantungkan minisetnya ia meloloskan cd ya. Saya tdk dapat segera memandang alat kelaminnya. Yg terlihat cuma bongkahan bokong kecilnya. Sepintas menonjol meqinya yg masih botak, dikala ia masuk ke dlm bak mandi. Nina mengambil daerah di komponen kakiku. Bak mandi jadi sesak diisi tiga orang, dua diantaranya sedang beraktifitas.

Gerakan jadi tdk leluasa lagi sehingga saya memberi saran Tiwi keluar dari bak mandi dan meneruskan di luar. Tiwi kuatur memunggungiku dgn posisi merunduk bersangga wastafel, Saya menggenjotnya dari belakang. Batangku dgn gampang masuk ke dlm lubang meqinya yg terasa betul-betul licin. Tiwi seperti tdk peduli dgn absensi Nina. Ia mendesahdesah dan merintih hingga alhasil menjerit dan kakinya dirapatkan. Terasa lubang meqinya berkedutkedut. Tiwi menerima orgasmenya yg pertama. Sementara saya sesungguhnya telah hampir, melainkan terinterupsi sebab Tiwi menghentikan gerakannya. lepasnyanya batang torpedo nya dari lubang memek nya sehingga torpedo ku memacu kedepan tegap.

Tiwi berupaya memuaskanku dgn jongkok sambil mengulum dan menghisap k0ntolku. Tetapi sebab konsetrasiku telah buyar, saya jadi susah merasakan, oralnya. Bosan mengoralku yg tidak juga menempuh ejakulasi, alhasil Tiwi berdiri dan ia lalu membersihkan dirinya dgn meraih shower.

Saya kembali masuk ke bak mandi yg di situ masih ada Nina. Saya berhadaphadapan dgn Nina. Kuperhatikan teteknya betul-betul mengkal dgn putting susu yg menajam diujungnya. Nina kuraih sehingga ia kupeluk dgn posisi membelakangiku. Saya meremas perlahanlahan tetek mengkalnya. Beda sekali rasa tetek Tiwi dgn Nina. Sekiranya tetek Tiwi terasa lembut oleh lemak, tetek Nina terasa mengkal dan lebih keras.. Puas memainkan teteknya saya menggapai belahan meqinya. Jari tengahku segera merasa clitorisnya mencuat dan dikala kuraba halus ia telah mengeras. Saya terus memainkan clitorisnya hingga alhasil Nina kelojotan menempuh orgasme.

Sementara itu Tiwi telah mengeringkan badan dgn berkemben handuk ia meninggalkan kami berdua. Saya manggung dari bak mandi. Nina juga kuminta keluar. Saya duduk di colset dgn posisi menyandar, sehingga k0ntolku bebas tegak. Nina kubimbing berada di atasku . Ia menuruti saja kemauanku. Sambil berdiri mengangkangi badanku Ninai mendekatkan lubang meqinya ke kepala k0ntolku yg sudah memerah sebab betul-betul tegang. Saya mengolesngoles kepala k0ntolku di sekitar lubang meqinya hingga terasa ada cairan lendir keluar dari dlm.

Sesudah kupikir pelumasan mencukupi, saya berupaya memasukkan kepala k0ntolku ke meqi botak itu. Agak sempit rasanya, melainkan k0ntolku dapat terus menerobos kedlm. Kesanku Nina telah jebol perawannya. Padahal jepitannya lebih kuat dibanding meqi Tiwi, melainkan k0ntolku lancar majumundur di lubang meqinya. Saya terus mendekapnya hingga alhasil saya memasuki orgasme kutarik badannya dan semacam itu lepas, meledaklah ejakulasiku. Lemas sekali badanku. Kami berdua lalu mandi membersihkan diri dgn shower.

Selama mandi itu kutanya Nina soal keperawanannya. Ia mengaku memang telah pernah terkait, dgn pacarnya yg telah SMA. Sebab itulah ia sempat ketahuan selagi asyik main dikamarnya. Akhirnya Nina dipulangkan ke kampungnya. Kini inilah pengerjaan pemulangan Nina ke orang tuanya di kampung. Di Jakarta Nina tinggal di rumah budenya, merupakan ibunya Tiwi.

Mbak Anti, bebas mendapatkan cowoknya menginap di kamarnya, mengapa saya gak boleh ajak pacarku ke kamarku, kata Nini dgn muka agak merajuk.

Saya tdk ingin berkomentar, sebab rasanya tdk ada gunanya berkomentar pada ketika seperti ini. Saya berbungkus handuk dan juga Nina berkemben handuk kami masuk menyelinap ke bawah selimut. Tiwi telah mengorok tidur di sisi kiri, saya memilih posisi ditengah dan Nina di sisi kananku. Tdk nyaman rasanya tidur berbungkus handuk lembab, karenanya kubuka handukku dan kulempar ke bangku, Handuk Nina juga kulepas, sehingga kami berdua telanjang di bawah selimut. Sementara itu Tiwi yg juga berbungkus handuk perlahanlahan kulepas dan ku lempat juag ke bangku. Kami bertiga tidur bugil di bawah selimut. Rasa lelah dan kecapaian ngentot membikin saya kencang tertidur.

Saya terbangun sebab rasa geli di kemaluanku. Kuintip ke bawah, rupanya Nina sedang menghisap k0ntolku. Mungkin ia berupaya membangunkan k0ntolku. Saya berpurapura tidur. Kulirik di celah korden telah masuk sinar jelas sang surya. Kulirik jam di meja telah menampakkan hamper jam 7 pagi. kulepaskan dia berkerja sendiri, sementara Tiwi masih tertidur di sampingku . Nina berupaya memasukkan k0ntolku ke lubang meqinya dgn posisi menduduki badanku. Ia sukses menelan seluruh batang k0ntolku lalu ia mengerjakan gerakan naik turun, kadangkadang maju mundur. Mungkin ia bosan pada posisi itu, ia bangkit berdiri dan membalikkan badannya sehingga memunggungiku.

Nina kembali jongkok dan kembali menggenjot. Ia mencoba merebahkan badannya ke depan hingga hamir mengecup kakiku. K0ntolku terasa dipaksa menghadap kebawah. Nina kesusahan mengerjakan gerakan pada posisi itu, sebab lubang meqinya seperti kedongkrak oleh batang k0ntolku yg sedang keras total. Nina berdiri lagi dan ia berbalik arah kembali ke posisi berhadapan dgnku . K0ntolku kembali dimasukkan ke dlm meqinya. Ia menggenjot sejenak lalu merabhkan badannya. Sambil memelukku ia terus mengggerakkangerakan pinggulnya. Posisi ini agak susah, sebab berkalikali k0ntolku lepas dari lubang meqinya. dia kembali ke posisi awal , ia ternyata dapat gaya enak sehingga goyangan nya makin menjadi , dan tidak lama kemudian stop menggenjot dan terasa meqinya berdenyutdenyut.

Saya jadi dlm posisi nanggung sehingga kusibak selimut dan segera kuarahkan k0ntolku menjelang meqi Tiwi

. Meqinya terasa berlendir. Berarti ia telah bangun dari tadi dan sempat memandang permainan kami sehingga di terstimulasi. Bagitu k0ntolku ambles, ia segera mengerang. Kugenjot dgn gerakan kasar, Tiwi merintihrintih. Sayangnya meqinya terlalu banjir sehingga kurang mencengkeram. Saya terus berupaya kosentrasi utk menempuh puncak. Tetapi sesudah sekian lama masih juga belum sukses, hingga badanku lelah. Kubalikkan posisi dgn konsisten mempertahankan k0ntolku di dlm meqi Tiwi. Ia paham dan sekarang Tiwi membatasi kendali. Ia bergerak maju mundur naik turun di atas tubuhku. Memasuki saya orgasme Tiwi telah meqiik sambil menjepit k0ntolku.

Mendengar teriakan itu saya jadi tidak kapabel lagi membendung ejakulasiku dan kulepas saja di dlm meqinya. Pada suasana seperti itu, saya tdk memikirkan risiko hamil dan sebagainya, yg penting rasanya enak. Tiwi segera jatuh terbaring di sampingku. Saya tertidur tengadah dan agak terengahengah. Tiba tiba terasa batang k0ntolku dibersihkan dgn seka an handuk hangat. Kulirik kebawah, rupanya Nina yg mengerjakan. Saya tdk sempat memandang apa yg dikerjakan Nina tadi dikala saya bertempur dgn Tiwi.

Sesudah dibersihkan , Nina kembali mengoral k0ntolku. Tanpa rasa malu ia terus berupaya membangunkan k0ntolku. Lama juga k0ntolku tdk bangunbangun, Saya merasa kasihan sebab usaha Nini tdk membawa hasil. Ia kemudian kuminta terbaring dan kakinya dikangkangkan. Saya mengerjakan oral buat meqi kecil ini. Nina tersenyum dan terus menggelinjang menikmati sapuan lidahku di ujung clitorisnya yg nampak. Tdk perlu waktu terlalu lama alhasil meqi Nina cenatcenut. Sesudah ia menempuh orgasme saya memasukkan jari tengah ke dlm meqinya, saya mencari Gspotnya.

Teraba ada jaringan halus. Saya mempertimbangkan komponen itu Gspotnya sebab dikala kusentuh perlahan Nina bereaksi. Saya serang terus hingga sebagian ketika kemudian Nina meqiik. Ia menempuh orgasme tertingginya. Dari lubang pipisnya meleleh cairan kental. Jumlahnya tdk banyak, mungkin hanya 3 tetes, melainkan terang sekali meleleh keluar. Mengamati respon itu, k0ntolku mulai bangun. Belum terlalu total melainkan cukup keras utk disodokkan ke meqi Nina. Saya segera menindih Nina dan terasa meqinya mencekat dan masih ada sisa cenatcenutnya. Saya genjot segera dgn gerakan kencang.

Sedap sekali rasanya. Nina merintihrintih, dan ia kembali menerima orgasme berkualitasnya. Saya menengarai itu sebab Nina kembali menjerit seperti tadi. Saya tdk memberi peluang ia melampiaskan orgasmenya, saya terus menggenjotnya. Oom ampun oom udah om, meqiku ngilu. Saya tdk memperdulikannya dan terus menggenjot. Sambil mengibaiba Nina juga mendesisdesis seperti merasakan persetubuhan ini. Itulah karenanya saya tega menggenjot terus dan memang benar Nina kembali menjerit. Pada ketika menempuh orgasme, lubang meqi terasa lebih enak sebab makin ketat mencengkeram dan ada irama di dlmnya.

Kuhentikan sejenak hingga orgasmenya tuntas lalu kugenjot lagi. Meqinya terasa makin sempit sehingga saya merasa enak dan mengantarku menempuh puncaknya. Saya telah seperti lupa daratan sehingga dikala menempuh orgasme kubenamkan dlmdlm k0ntolku ke meqinya. Ninapun menjerit, ternyata ia juga hingga terhadap puncak tertingginya.

Mengasyikan banget mainnya, dan bising, kata Tiwi yg duduk bersila dgn tubuh telanjang menonton pertempuranku.
Edan lu Nik kecilkecil, ngeseknya kuat juga, kata Tiwi mengomentari adik sepupunya.

Saya rehat sejenak. Nina sempat tertidur dan mendengkur halus. Kulihat jam telah menampakkan jam 8 pagi via 10 menit. Saya menggamit Tiwi dan membangunkan Nina. Kami mandi bertiga di kamar mandi sambil saling menyabuni.

Pagi itu badanku terasa ringan sekali. Kami bertiga ke bawah ke untuk meminum coffee i. Nina terkagumkagum oleh banyaknya macam sarapan pagi yg tersedia. Mungkin ia belum pernah mengalami hal semacam ini. Sambil menyantap makanan, Nina mengusulkan supaya dapat menginap semalam lagi di hotel ini. Tiwi sepakat. Kami memang alhasil menambah satu malam lagi di hotel. Sepanjang siang saya cuma jalan keluar bersama mereka makan di bawah. Mereka mondarmandir keluar masuk kamar membawa belanjaan. Tiwi dan Nina memeng kubekali uang yg lumayan banyak utk sekadar belanja membeli baju dan sepatu di mall di bawah hotel.

Hari selanjutnya saya melowongkan ke Bojonegoro membereskan urusanku . Tiwi dan Nina membatalkan pulang kampung. Mereka turut saya. Dari Bojonegoro saya segera memboyong mereka ke Surabaya. Di kota Pahlawan itu saya juga memilih hotel yg menyambung dgn Tunjungan Plaza. Mereka bahagia sekali bebas berkeliaran di mall, sementara saya milih tidur saja dikamar menjaga stamina.

Melawan Tiwi, bagiku tdk berat, melainkan melayani nafsu Nina kecil saya agak kewalahan juga. Kecilkecil keinginannya besar sekali. Nina tdk jadi dipulangkan ke kampung, ia ke Jakarta lagi dan kost bersama Tiwi. Tiwi memilih daerah kost di dekat daerah kerjanya sehingga ia cuma perlu jalan kaki saja. Saya yg menolong membayar sewa kostnya. Ketika sedang sutk oleh profesi saya melampiaskan terhadap dua meqiku itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cerita Seks © 2020 Frontier Theme
%d bloggers like this: